Latest Releases

Struktur Fungsi Sel Dan Jaringan

 Makalah Biologi Tentang Struktur Fungsi sel Dan Jaringan                       

 DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...........................................................................     i
Daftar Isi .....................................................................................     ii

BAB I:  Pendahuluan...................................................................    1
A. Latar Belakang...............................................................   1
B.Tujuan.............................................................................   1

BAB II :            Tinjauan Teoritis
A.Struktur Fungsi sel...........................................................     2
1.       Pengertian ...............................................................    2
2.       Struktur sel..............................................................     2
3.       Teori-teori tentang Sel..............................................     5
B.Struktur fungsi jaringan.....................................................      6
1.       Pengertian...............................................................      6
2.       Struktur Jaringan ....................................................      6

BAB III : Penutup
A.      Kesimpulan ............................................................      10
B.      Saran............................................................... ......      10

Daftar Pustaka

                                                                               BAB I
                                                                    PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pembuatan makalah didasarkan pada berbagai macam pendapat para ahli diantaranya MaxShultze ,Robert Hooke, Hanstein, Felix Durjadin, Johanes Purkinje, Matthias Schleiden, Robert Browndan Rudolf Virchow.Makalah ini berisi tentang Struktur fungsi sel dan struktur fungsi jaringan.
        Makalah ini dibuat supaya penulis lebih memahami tentang Struktur fungsi sel dan struktur fungsi jaringan.Maka dari itu penulis berharap ,Penulis dan pembaca dapat membedakan berbagai macam teori yang akan kami bahas,diantaranya teori-teori Struktur fungsi sel dari para ahli dan buku biologi .
        Selain itu penulis juga berharap makalah ini dapat berguna bagi penulis dan pembaca dalam mempelajari dan memahami bab-bab ini .

B.      Tujuan
Makalah ini dibuat untuk membahas tentang Struktur fungsi sel dan struktur fungsi jaringan yang diungkapkan melalui teori-teori tentang Struktur fungsi sel dan struktur fungsi jaringan. menjelaskan semua teori-teori tentang Struktur fungsi sel dan struktur fungsi jaringan yakni dilihat dari biologi.

                                                                   BAB II
                                                    TINJAUAN TEORITIS

A.STRUKTUR FUNGSI SEL

1. Pengertian Sel
Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . meskipun ukuran sel sangat kecil, strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. misalnya, mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy, sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna.
Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecilyang berdiri sendiri. sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan terhadap rangsangan. sel disebut satuan struktural makhluk hidup. sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel, pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis.
sel mengandung materi genetic,yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.
Gambar 1.1 Sel
2. Struktur Sel
struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan eukariotik.
a.       struktur sel prokariotik
semua sel prokariotik mempunyai membram plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. karena tidak mempunyai membram inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma.ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembram (membram dalam),sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi.selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas, namun mempunyai struktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofor.adapun sel prokariotik meliputi sebagai berikut:

Gambar 1.2 Sel prokariotik
1.       Dinding sel
dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap. pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul.
Gambar 1.3 Dinding Sel
2.       Membran plasma
membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein. fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel.
Gambar 1.4 Membran Plasma
3.       sitoplasma
sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim di pergunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel. metabolisme terdiri dari proses penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.
Gambar 1.5 Sitoplasma
4.       mesosom
pada tempat tertentu, membram plasma melekuk ke dalam membentuk organel yang disebut mesosom. mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. biasanya mesosom terletak dekatb dinding sel yang baru terbentuk pada saat pembelahan biner sel bakteri. pada membram mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.
Gambar 1.6 Mesosom
5.       ribosom
ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein.
Gambar 1.7 Ribosom
6.       DNA
asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, di singkat DNA) merupakan persenyawaan yang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa-basa nitrogen. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, yakni sifat-sifat yang harus di wariskan kepada keturunannya.

Gambar 1.8 DNA
7.       RNA
asam ribonukleat (ribonucleic acid, disingkat RNA) merupakan persenyawaan hasil transkripsi DNA. jadi bagian tertentu DNA melakukan transkripsi (mengkopi dir) membentuk .RNA. RNA membawa kode-kode genetik sesuai dengan pesanan DNA. selanjutnya, kode-kode genetik itu akan diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses sintesis protein.
Gambar 1.9 RNA
b.      Struktur sel eukariotik
perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membram inti, sedangkan sel prokariotik tidak. selain itu sel, eukariotik memiliki sistem endomembram, yakni memiliki organel-organel bermembram seperti retikulum endoplasma, komplek Golgi, mitokondria, dan lisosom. sel eukariotik juga memiliki sentriol, sedangkan sel prokariotik tidak. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut:             
Gambar 1.10 sel eukariotik
1.       Membran plasma
Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif. Membran plasma disusun oleh fosfolipid, protein dan kolesterol.
Gambar 1.12 Sitoplasma
2.       Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup.
Gambar 1.12 Sitoplasma
3.       Nukleus
Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel.Nukleus berdiameter 10 mikrometer .Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval.
Gambar 1.13 Nukleus
4.       Sentriol
Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela.Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan , sedangkan pada sel tumbuhan tidak.
Gambar 1.14 sentriol
5.       Retikulum Endoplasma
Retikulum berasal dari kata Reticular yang berarti anyaman benang atau jala.karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma ( endoplasma ),maka disebut sebagai retikulum endoplasma (disingkat RE ).RE hanya dijumpai di dalam sel eukariotik ,baik sel hewan maupun sel tumbuhan .
Gambar 1.15 Retikulum Endoplasma

6.       Ribosom
Ribosom tersusun atas RNA-ribosom ( RNA-r ) dan protein.Ribosom tidak memiliki membran .
Gambar 1.16 ribosom
7.       Kompleks golgi
Kompleks golgi sering disebut golgi saja.Pada sel tumbuhan ,kompleks golgi disebut diktiosom .Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma .
Gambar 1.17 Kompleks golgi
8.       Lisosom
Lisosom (lyso =pencernaan ,soma =tubuh ) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim.Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel,yaitu mencerna zat-zat yang masuk dalam sel.
Gambar 1.18 lisosom
9.       Badan Mikro
Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil , hanya bergaris tengah 0,3-1,5 mikro meter .B adan mikro  terdiri atas peroksisom dan glioksisom.

Gambar 1.18 Badan mikro
10.   Mitokondria
Mitokondria merupakan penghasil energi ( ATP ) karena berfungsi untuk respirasi . Secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang . Mitokondria  mempunyai sifat plastis ,artinya bentuknya mudah berubah . Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 mikrometer dan panjang 3-10
mikrometer.
Gambar 1.20 mitokondria
11.   Mikrotubulus dan Mikrofilamen
Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa , yang panjangnya 2,5 mikrometer dengan diameter 25 nm.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin.
Selain mikrotubulus ,yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen. Organel ini berbentuk benang-benang halus ,tipis yang memanjang.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein ,yaitu aktin dan miosin.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot ,dan juga membentuk rangka dalam pada sel.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm.
Gambar 1.21 mikrotubulus dan mikrofilamen
3. Teori-teori Tentang Sel

          a.     Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil
         pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula).
b.      Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
c.       Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”.
d.      Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma.
e.      Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada strukturjaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
f.        Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus).
g.       Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup.
h.      Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla).

B. STRUKTUR  FUNGSI JARINGAN

1. Pengertian Jaringan
                Jaringan adalah gabungan dari beberapa atau banyak sel yang memiliki fungsi yang sama dalam suatu ikatan.

2. Struktur Jaringan
                Jaringan penyusun tubuh dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
a.       Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Permukaan sebelah luar yang memiliki jaringan epitelium adalah kulit, sedangkan permukaan sebelah dalam tubuh yang mengandung epitelium adalah permukaan dalam usus, paru-paru, pembuluh darah, dan rongga tubuh, Jaringan epitelium dapat berasal dari perkembangan lapisan ektoderma, mesoderma, atau endoderma.
Nama epitelium sangat erat hubungannya dengan letaknya di dalam tubuh. Epitelium yang melapisi dinding dalam kapiler darah, pembuluh limfa, dan jantung disebut endotelium. Endotelium berasal dari perkembangan laoisan mesoderma. Sedangkan epitelium yang melapisi rongga tubuh, misalnya perikardium, pleura, dan peritoneum disebut mesotelium. Mesotelium juga berasal dari lapisan mesoderma.
Sel-sel epitelium terikat satu dengan lainnya oleh zat pengikat (semen) antarsel, sehingga hamper tidak ada ruangan antarsel. Proses pengeluaran atau pemasukan zat dari dalam atau luar tubuh banyak melalui epitelium,maka sifat permeabilitas darin sel-sel epitel memegang peranan penting dalam pertukaran zat antara lingkungan di luar tubuh dan di dalam tubuh.
Jaringan epitelium dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuknya, serta berdasarkan struktur dan fungsinya.
1.       Epitelium berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuk
Dua kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan epitelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuknya. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitelium dapat dibedakan menjadi epitelium sederhana dan epitelium berlapis. Epitelium sederhana adalah epitelium yang sel-selnya hanya selapis. Epitelium berlapis adalah epitelium yang terdiri atas beberapa lapis sel.
2.       Epitelium berdasarkan struktur dan fungsi
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan epitelium dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan epitelium penutup dan jaringan epitelium kelenjar.
1.       Jaringan epitelium penutup
Jaringan epitelium penutup berperan melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan disebelah dalam dari saluran yang ada pada tubuh.
2.       Jaringan Epitelium kelenjar
Jaringan epitelium kelenjar tersusun oleh sel sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair .Getah cair ini berbeda dengan darah dan cairan antar sel.Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya , kelenjar dibedakan menjadi dua ,yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
Gambar 2.1 jaringan epitelium
b.      Jaringan Ikat
Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki komponen intaseluler yang disebut matriks. Matriks disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat. Dengan demikian, secara garis besar, jaringan ikat terdiri atas sel-sel jaringan ikat dan matriks. Berdasarkan bentuk dan reaksi kimianya, serat pada matriks dapat dibedakan menjadi tige jenis, yaitu serat kolagen, elastin, dan retikuler.
Serat kolagen berupa berkas beranekaragam yang berwarna putih. Serat nya mempunyai daya regang yang tinggi denagn elastisitas yang rendah. Kolagen terdapat pada tendon. Serat elastin berwarna kuning dan lebih tipis dari serat kolagen. Seratnya mempunyai elastisitas tinggi. Terdapat pada pembuluh darah.Serat retikuler hamper sama dengan serat kolagen tetapi berukuran lebih kecil. Serat ini berperan dalam menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan lain.
Bahan dasar penyusun matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Bentuk bahan dasar ini adalah homogen setengah cair, jika kandungan asam hialuronat tinggi, matriks bersifat lentur. Sebalinya, jika kandungan mukopolisakarida sulfatnya tinggi, matriks bersifat kaku. Bahan ini terdapat dalam sendi.
Ada berbagai jenis sel yang tertanam dalam matriks dan memiliki berbagai fungsi, antara lain. Fibroblast (mensekresikan protein), makrofag (berbentuk tidak teratur dan khusus terdapat pembuluh darah), sel tiang (menghasilkan subtansi heparin dan histamine), sel lemak (khusus untuk menyimpan sel lemak), sel darah putih (melawan fatogen dan dapat bergerak bebas).
Gambar 2.2  Jaringan Ikat

                     1.     Jaringan ikat longgar
Susunan seratnya longgar dan memiliki banyak sustansi dasar. Fungsinya anatara lain. Member bentuk organ dalam, misalnya sumsum tulang dan hati. Menyokong, mengelilingi, dan menghubungkan elemen dari seluruh jaringan lain, misalnya menyelubungi serat otot, melekatkan jaringan dibawah kulit.
Gambar 2.3 jaringan ikat longgar

                2.     Jaringan ikat padat
      Susunan sertnya padat dan memiliki sedikit bahan dasar dan sedikit sel jaringan ikat. Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jaringan ikat padat tak teratur yang terdapat pada bagian dermis kulit dan pembungkus tulang, jaringan ikat pada teratur, yang terdapat pada tendon.
Gambar 2.4 Jaringan ikat padat

3.       Jaringan tulang
a.       Tulang rawan ( Kartilago )
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu tulang rawan hialin ( memiliki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat), tulang rawan elastin (serat kolagen tidak tersebar danbentuk serat elastic bergelombang), tulang rawan fibrosa(serat kolagen kasar dan tidak teratur, lacuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel kondrosit).
Gambar 2.5 kartilago
b.      Tulang sejati ( Osteon )
Sel tulang disebut osteosit. Osteosit terletak di dalam lacuna. Osteosit dibentuk oleh osteoblas. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks penyusun tulang adalah kolegen dan kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras. Tulang tersusun atas unit-unit yang dinamakan system havers, setiap havers mengandung pembuluh darah. Tulang dibungkus oleh selaput yang disebut periosteum.
Gambar 2.6  Tulang Osteon
c.       Darah
Sel darah meliputi sel darah merah (eretrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen, sel darah putih berfungsi untuk melawan benda asing yang masuk kedalam tubuh, sedangkan keeping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Sel darah putih terdiri atas monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil.

Gambar 2.7 darah
d.      Jaringan adipose
Jaringan adipose adalah jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel berukuran besar yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak, disebut juga jaringan lemak. Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan, mencegah hilangnya panas secara berlebihan dan sebagai pelindung jaringan yang ada di dalamnya. Jaringan ini terdstribusi di bawah kulit, di dalam tulang, rongga perut dan dada.
Gambar 2.8 Jaringan adipose
e.      Jaringan otot
1.       Otot polos
Sel berbentuk gelendong, memiliki satu inti yang terletak dibagian tengah. Kontraksi otot polos tidak di bawah pengaruh kesadaran sehingga disebut otot involunter. Contoh saluran pencernaan, kantong kemih, organ reproduksi, saluran pernapasan.
2.       Otot lurik
Sel berbentuk silinder yang panjang dan tidak bercabang, memiliki banyak inti yang terletak dibagian tepi sel. Kontrasksi otot lurik di bawah kesadaran sehingga di senut otot volunter. Contoh, otot melekat pada rangga.
3.       Otot Jantung
Sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. Memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian tengah sel. Kontraksi tidak di bawah pengaruh kesadaran.

Gambar 1.6 Otot polos , otot lurik , otot jantung
4.       Jaringan Saraf
a.       Struktur sel saraf

Gambar 1.7 Struktur Saraf
b.      Jenis sel saraf
Neuron sensori (aferen), berfungsi menyampaikan rangsangan dari organ penerima rangsangan (reseptor) kepada system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
Neuron intermediate, berperan sebagai penghubung implus saraf dari satu neuron ke neuron lain atau dari neuron mororik ke neuron sensorik.
Neuron motor (eferen), berfungsi mengirimkan implus dari system saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respons tubuh. Pada umumnya, neuron motor menerima implus dari neuron intermediet. Adakalanya implus ditransmisikan dari neuron snsori ke neuron motor.

                                                             BAB III
                                                           PENUTUP


A.Kesimpulan

Sel pertama sekali ditemukan Ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1665) dengan meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri dari ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding disebut sel. Pada tahun 1839, seorang biolog Perancis, Felix Durjadin menemukan isi penyusun dalam rongga sel disebut sarcode. Johanes Purkinje (1789-1869) mengadakan perubahan nama sarcode menjadi protoplasma. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman dan Mathias Schleiden (1804-1881), pakar botani Jerman mengemukakan bahwa tubuh hewan dan tumbuhan terdiri atas sel-sel. Robert Brown (1831), seorang biolog Skotlandia menemukan inti (nukleus).
Max Schultze (1825-1874), seorang pakar anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Rudolf Virchow mengatakan sel berasal dari sel “Omnis Cellula Cellula”.Sel dibedakan atas beberapa bentuk, diantaranya berdasarkan keadaan inti sel (sel eukariotik dan prokariotik), berdasarkan keadaan kromosom dan fungsinya (sel somatik dan reproduktif), berdasarkan sifatnya (bagian hidup dan bagian yang mati).
Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.
Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu koordinasi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, dan lain-lain pada berbagai jaringan maupun organ.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf, juga dilakukan oleh sistem endokrin,atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional yang demikian luar biasa, sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin.

B.Saran
                Struktur dan fungsi organel-organel dalam sel akan mudah dipelajari jika ditunjang oleh banyak literatur , baik dari buku-buku penunjang atau internet .Sehingga kita dapat mengetahui hubungan antara struktur dan fungsi dari masing-masing organel dengan jelas . Selain itu kita juga dapat memahami hubungan antara organel-organel tersebut di dalam sel .
• Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup, dan perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.
• Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat tentang struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Alberts B. 1994. Biologi Molekuler Sel, Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (GBPP) Mata Pelajaran Biologi. Depdikbud, Jakarta.
Kirei. 2008. Fisiologi Hewan. http://wikimedia.commons [ 13 Oktober 2010 ]
Yunus, A. 2009. Komunikasi Antar Sel. http://askar.perikanan.umi.com/. [ 13 Oktober 2010 ]
Curtis, Helena ,Bernes , N.Sue.1989.Biology ,fifth edition.Worth Publishers,Inc
Stone ,David ,1997.Biodiversity of Indonesia .tien Wah Press,Singapore.
Solomon et. Al.1993,Biology ,3rd ed. Saunders-College Publishing ,fort Worth.


Read »

Membuat Ganja Mentega

Mudah Marijuana Butter Recipe

Marijuana mentega adalah tulang punggung dari banyak upaya ganja dimakan . Pelajari cara membuat ganja mentega , dan Anda akan menjadi sangat populer . Ada cara untuk membuat BEBERAPA ganja mentega , dan artikel ini tidak berarti satu-satunya cara untuk melakukannya . Namun, ini adalah ganja mentega resep yang saya telah disempurnakan selama bertahun-tahun , dan siapa saja yang mengenal saya tahu seberapa kuat Johnny Green ganja mentega . Jika TWB pembaca memiliki metode mentega ganja yang solid , merasa bebas untuk posting di komentar sehingga orang lain dapat mencobanya!

Saya pribadi membuat mentega ganja saya keluar dari kliping / memotong dari panen teman saya . Anda dapat menggunakan dipipis nugs ganja atau terguncang , tapi aku telah menemukan ini resep ganja mentega untuk sekuat sesuatu di luar sana , jadi saya tidak melihat titik dalam menggunakan ganja yang saya bisa merokok ketika saya dapat menggunakan ganja daun yang lain orang akan membuang. Saya menggunakan daun , bukan batang . Batang memiliki minyak cannabinoid jauh lebih kecil dari daun air dan gula . Tentu saja, jika Anda ingin membuang batang dalam , tidak ada alasan untuk tidak - itu terserah Anda .

Saya tidak tahu bagaimana memasak atau memanggang , tapi saya pasti kutu buku ilmu pengetahuan . Saya pernah berkonsultasi komunitas saya profesor kimia kuliah tentang ini resep ganja mentega , dan ia menunjukkan bahwa itu pada dasarnya reaksi kimia . Dia menginstruksikan bahwa kita adalah ikatan minyak dari mentega dengan minyak dari ganja . Semakin banyak minyak yang Anda dapat mem-bond , semakin kuat produk akhir . Beberapa hal yang perlu diingat ketika melakukan reaksi kimia adalah luas permukaan , durasi , intensitas , dan penggunaan katalis ( dalam hal ini panas ) .

ganja memangkas mentega makanan processorI memulai proses dengan menyiapkan kliping / trim. Saya mendapatkan semua debri dan batang dari campuran di mana semua yang tersisa adalah gula dan daun air . Selama bertahun-tahun , saya telah menemukan bahwa menjalankan klip / memangkas melalui food processor adalah cara terbaik untuk ' mulsa up' klip / trim. Di sinilah luas permukaan datang ke dalam bermain .

Jika Anda merebus daun ganja penuh , hanya bagian luar daun sedang bereaksi atas . Tetapi jika Anda mengubah bahwa daun yang sama menjadi sesuatu yang sehalus pasir , ada luas permukaan lebih pada setiap bagian kecil dari serpihan ganja , yang membuka lebih banyak minyak dari itu . Saya sudah menggunakan blender dan cara lain untuk mencoba untuk mulsa up daun ganja , tapi food processor memungkinkan Anda untuk mendorong daun melalui pisau lebih efisien . Aku bisa mulsa sebuah tas besar ganja langsing dalam waktu datar , apakah daun kering atau segar .

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mengisi pot Anda dengan mulsa . Apapun ukuran pot yang Anda gunakan , mengisinya sekitar sepertiga dari jalan dengan mulsa . Itulah yang saya suka tentang resep ini - memungkinkan Anda untuk membuat ganja mentega dari apa pun yang Anda bisa mendapatkan tangan Anda. Jika itu batch kecil trim, gunakan panci kecil . Jika itu panen yang baik dan ada banyak trim, menggunakan beberapa pot . Either way , apa pun yang Anda gunakan, mengisinya sepertiga dari jalan dengan mulsa . Dari sana menambahkan tongkat mentega dan air dengan perbandingan 1/4 , artinya untuk setiap tongkat mentega ( 4 oz ) Anda menambahkan , dimasukkan ke dalam 16 oz air . Lakukan ini sampai seluruh campuran ini mengisi 2/3 dari wadah . Anda tidak ingin mengisinya sepanjang jalan , karena ketika mulai mendidih itu akan meluap , dan situasi semakin serius , percayalah!

Sekarang bahwa Anda memiliki panci besar mengambang serpih ganja dan tongkat mentega , saatnya untuk memperkenalkan panas . Saya ingin mengubah burner semua jalan , dan memantau hal-hal , aduk sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan campuran untuk mendapatkan sepanas mungkin , yang merupakan salah satu hal yang saya bicarakan dengan dosen saya. Beberapa orang akan mengatakan Anda perlu membawa campuran ke mendidih rendah , misalnya di dalam kuali panci , dan biarkan pergi untuk waktu yang sangat lama ( seluruh hari dalam beberapa kasus ) . Saya merebus tambang panas seperti saya bisa mendapatkannya , kemudian menurunkan burner ke bawah sekitar setengah sampai 3/4 setelah hal-hal pergi. Saya merebusnya sampai sekitar setengah dari air menguap dari mendidih kekerasan ( sekitar 1-1,5 jam ) . Saya kemudian tambahkan air sampai tingkat air kembali ke tempat itu ketika saya mulai . Saya akan mengulangi bahwa sekali atau dua kali . Aku akan menaruh metode saya lebih cepat melawan metode mendidih lambat orang lain setiap hari dalam seminggu - waktu diuji , veteran disetujui .

Setelah sekitar tiga sampai empat jam , akan ada banyak minyak yang mengambang di atas campuran . Saat itulah Anda tahu bahwa Anda sudah selesai ( jika waktu memungkinkan ) . Dari sana saya saring campuran melalui saringan datar yang diletakkan di atas wadah yang pada akhirnya akan masuk ke lemari es . Setelah air telah melewati saringan , ada tumpukan mulsa pada saringan . Di masa lalu, saya akan menekan mulsa melawan saringan untuk mendapatkan sisa keluar cairan . Saya pikir saya punya sebagian besar, jika tidak semua cairan berminyak berharga dari pupuk itu .

ganja mulsa dan strainer However , suatu hari rasa ingin tahu mendapatkan yang terbaik dari saya dan saya memutuskan untuk memakai sarung tangan dan meremas mulsa yang tersisa , dengan tangan , untuk melihat berapa banyak adalah cairan berminyak yang tersisa setelah awal spatula pers . Tidakkah kau tahu itu , ada BANYAK lebih banyak minyak yang tersisa di mulsa , dan marah melihat minyak itu. Aku bisa menekan ke bawah bola dikeringkan mulsa dari ukuran jeruk dengan ukuran sebuah plum . Semua itu adalah kebaikan liquidy , dan beberapa hal yang paling ampuh di planet ini .

Setelah semua cairan dikeringkan ke dalam wadah , Anda akan langsung melihat minyak ( di atas ) terpisah dari air ( di bagian bawah ) . Tempatkan wadah di lemari es semalam . Ketika Anda bangun keesokan paginya , minyak akan menjadi sepotong padat ganja mentega . Hati-hati saat mengambil keluar dari wadah . Aku sudah tumpahan air jahat di seluruh dapur saya sebelumnya, yang tidak menyenangkan untuk membersihkan !

Simpan mentega ganja di lemari es , tetapi memonitor untuk cetakan setiap beberapa hari . Ini harus berlangsung beberapa minggu setidaknya jika disimpan dengan benar di lemari es dan uap air akan dihapus dari mentega . Jika Anda ingin menghindari masalah cetakan sama sekali , menaruh mentega di lemari es . Itu membuat sedikit lebih keras untuk memanggang dan memasak dengan karena Anda harus de- mencair , tapi itu berlangsung jauh lebih lama . Itu saja!

Sekarang Anda tahu bagaimana membuat ganja mentega , menggunakannya dalam cookies , brownies , frosting , BBQ , atau apa saja !

Read »

Cannabis Butter

Cannabis Butter ( CannaButter ) Recipe 

Canna Butter adalah sesuatu yang banyak orang ingin tahu bagaimana membuat .
Nah , jujur ​​itu cukup sederhana ! Namun, Anda ingin melakukannya dengan benar karena Anda menggunakan bahan yang belum tentu cocok untuk limbah . Jika dilakukan dengan benar menggunakan resep ini Anda dapat memaksimalkan kualitas dan kuantitas CannaButter Anda make.So untuk memulai kita akan mulai dengan membuat daftar beberapa hal yang Anda akan perlu ...


 
Proper Pakaian Apakah KEHARUSAN . Bila Anda memiliki lemak dan air bersama-sama mereka cenderung sangat stabil dan membakar lengan Anda bukan merupakan bagian dari resep ini . Jadi silakan gunakan sarung tangan HOT dan lengan panjang karena Anda mungkin atau mungkin tidak sengaja membakar diri sendiri . 


Bahan Anda akan membutuhkan :- Sebuah penggiling kuat untuk menggiling bahan Cannabis .- Sebuah kompor untuk memanaskan CannaButter .- Sebuah menengah berat saus duty pan / panci dengan tutupnya . Sangat penting untuk memiliki pot ukuran yang sama dengan elemen bahwa itu adalah untuk menjamin pemerataan panas .- Sebuah gelas ukur .- Sebuah kocokan atau garpu besar untuk mencampur bahan dengan larutan air / mentega dalam panci .- Kain Keju untuk strain materi sebelum pendinginan .- Sebuah mangkuk yang cukup besar untuk menampung dan mendinginkan bahan CannaButter .- Sebuah ruang dalam lemari es Anda untuk mendinginkan dan memisahkan air dari mentega .- Sebuah tugas berat plastik bungkus untuk menangani dan kompres CannaButter menjadi lebih kecil , lebih mudah untuk menangani bentuk .- Sebuah kontainer membeku untuk menyimpan bahan- Sebuah ruang dalam freezer untuk menyimpan produk jadi .
Pastikan Anda memiliki semua hal-hal ini sebelum Anda mulai dan telah mereka sisihkan karena Anda akan membutuhkannya segera selama dan pada akhir proses pembuatan CannaButter .

 
Catatan :
    
Untuk membuat CannaButter kuat Anda akan perlu untuk menyesuaikan jumlah Cannabis yang Anda gunakan sesuai dengan kekuatan mentega yang Anda inginkan. Hal ini tidak dianjurkan untuk membuat CannaButter lemah atau mengurangi Cannabis : rasio Butter karena Anda mungkin merasa " merobek " setelah Anda sudah mencoba mentega .


    
Resep ini akan membuat sekitar 350g dari kelas menengah kekuatan CannaButter .
    
Ingat Anda akan memiliki kerugian kecil ketika menangani material .

Jadi dengan itu dikatakan ,
Bahan Anda akan membutuhkan :- £ 1 mentega tawar- 2 gelas air- 1 oz . dari premium , menengah , atau kelas rendah Cannabis .Jelas produk yang lebih baik Anda menggunakan lebih baik mentega akan .
Itu saja!Oke , Sekarang pergi mendapatkan kotoran Anda bersama-sama dan mari kita memasak !
Siapkan :Kita akan mulai dengan menggiling bahan Cannabis sangat sangat baik . Jauh melampaui batas di mana Anda akan menggiling jika Anda merokok itu . Membuat Cannabis Anda serbuk halus . Menggunakan penggiling kopi listrik yang didedikasikan untuk tujuan penggilingan Cannabis atau membersihkan satu sangat, sangat baik . Ini menyarankan membeli dink rinky penggiling kopi jika Anda tidak memiliki satu sebagai memotong Ganja dengan gunting atau grinding dengan kasus ruang penggiling tidak akan membuat Cannabis cukup baik .Pada dasarnya Anda ingin semangkuk bahan Cannabis sangat, sangat halus .


Memasak :

    
Bawa 2 gelas air sampai mendidih tertutup .
    
Setelah air mendidih , tambahkan mentega dan mencairkannya di dalam air .
    
Ketika mentega meleleh , mengurangi panas sampai sangat rendah sehingga ketika tertutup mentega akan mendidih tapi tidak mendidih .
    
Tambahkan bahan dasar ganja ke dalam larutan air dan mentega dan aduk , pastikan untuk tidak meninggalkan gumpalan dan atau apa pun terjebak ke bawah .
    
Pasang tutup pada panci dan biarkan panas pada pengaturan yang sangat rendah .




    
CannaButter ini sekarang siap untuk didihkan dan masak selama 22-24 jam . Jumlah ini waktu adalah penting . Hal ini diperlukan untuk mengekstrak THC dari Cannabis ditumbuk halus . Namun, Anda TIDAK ingin MEMASAK dengan CannaButter LEBIH DARI 24 JAM . Setelah 24 jam THC akan menurunkan dan mentega akan pahit . Selama periode 24 jam ini memasak Anda akan perlu memeriksa Canna Butter setiap beberapa jam untuk memastikan bahwa mendidih bukan untuk yang kuat dan untuk memastikan bahwa mentega belum berkurang banyak . Jika Anda menemukan solusi mengurangi lebih cepat dari yang diharapkan tidak ada salahnya untuk menambahkan sendok meja beberapa air selama periode 24 jam .


Ekstraksi :

    
Setelah Anda telah direbus CannaButter untuk cukup lama , mematikan panas .
    
Biarkan larutan duduk selama 2-4 menit dan keluarkan dari panas .


GUNAKAN PAKAIAN TEPAT SEPERTI INI ADALAH DI MANA ANDA BISA BURN YOURSELF 

dengan kata lain .. jangan lakukan langkah berikutnya di petinju Anda .
Anda sekarang siap untuk mengekstrak bahan Cannabis yang digunakan dari larutan CannaButter ..Tempatkan kain keju di atas mangkuk terbuka dan memastikan bahwa ketika cairan dituangkan melalui kain keju tidak akan pergi dengan itu . Idenya di sini adalah untuk strain solusi menggunakan kain keju sehingga Anda tidak akan memiliki bit ganja dalam larutan . Sebagian besar THC diekstrak sekarang . Setelah solusi telah disaring melalui kain keju dan bahan dikumpulkan , Anda akan memiliki solusi dalam mangkuk dan keju kain penuh bahan Cannabis basah . Peras dan ekstrak sebanyak solusi dari kain keju dan material mungkin. Solusi mentega adalah apa yang Anda inginkan, bukan bi - produkyang merupakan basah Cannabis . Menghapus sebanyak solusi mungkin ke dalam mangkuk .
Cooling :Tempatkan mangkuk dengan solusi CannaButter ke tempat khusus di lemari es Anda dan biarkan dingin selama beberapa jam , bahkan semalam . Proses ini akan memisahkan lemak dari air . Lemak menjadi CannaButter kami . Selama proses ini Anda akan dapat melihat kemajuan mentega karena cools , seperti menonton Jell -o perusahaan go . Namun, Anda ingin membiarkannya duduk cukup lama untuk memastikan pemisahan lengkap dari lemak dari air .
Menghapus Butter Anda dan Menyimpan :Menghapus mentega dari mangkuk mungkin tampak sedikit rumit tapi akan jauh lebih berantakan jika Anda menggunakan Heavy duty bungkus plastik untuk menangani mentega sekarang padat . Cukup menghapus cukup plastik dan menggunakannya seperti tas doggy untuk menghapus slab atas CannaButter dari mangkuk . Pat kering CannaButter untuk menghapus setiap kelebihan air . Sekarang gunakan bungkus plastik untuk kompres CannaButter menjadi lebih kecil ukuran yang lebih mudah dikelola . Simpan dalam membeku , wadah kedap udara atau mason jar .Catatan :Tergantung pada jumlah CannaButter Anda buat , mungkin lebih baik untuk menggunakan sendok berlubang atau spatula bukan tangan Anda .


MENJAGA FROZEN SETIAP SAAT . 

Jika disimpan beku mentega tidak akan pergi buruk atau kehilangan potensi sebelum Anda mendapatkan sekitar untuk menggunakannya .Mentega akan mencair dengan cepat setelah itu menghangat .. jadi mengatasinya dengan cepat dan menyimpannya dalam freezer sebanyak mungkin .Dan itu saja ! Sekarang pergi menjilat membersihkan beberapa peralatan dan menikmati CannaButter Anda .
CannaButter dapat digunakan dalam berbagai hal dan bahkan dapat digunakan untuk memanggang barang seperti muffin , kue dan brownies . Beberapa hanya menikmati CannaButter pada roti panggang . Apa pun yang Anda memutuskan untuk menggunakannya dalam atau pada , ingat bahwa Anda tidak ingin untuk memasak kembali tapi memanggangnya menjadi sesuatu untuk jangka waktu yang singkat ( tentang panjang waktu yang dibutuhkan untuk membuat kue atau muffin ) tidak akan merugikan Anda CannaButter sama sekali .
Itu saja! mendapatkan cookin ' !Resep ini dibawa kepada Anda oleh King Of Shiva , BobBong
Read »

MARIJUANA LIFESTYLE

 This is a classic recipe for Ganja Butter, also known as "budder." It can be used in virtually all "baked" goods and is a great recipe to keep on hand for reference.
Ingedients and suppliesIngedients and supplies
Ingedients and supplies
Ingredients:

a. up to 1/2 pound of shake, with stalk and foreign matter removed (use about 1 oz of potent trimmings per pound of butter, or 2 oz of less potent shake.)
b. 4 pounds butter or margarinec.
c. cold water




Supplies:
  1. large cooking/stock pot (four gallon)
  2. cheesecloths for straining
  3. thick elastic bands
  4. plastic containers with lids
  5.  ladle or coffee cup
  6. rubber gloves
1
1. Put all your butter and shake into the stock pot.

2
2.Fill the pot with cold water, leaving about four inches at the top for stirring.

3.Set your stove element to a med/high heat, leaving a slight crack open on the lid for steam to escape.



                         

3.
 4.Once the mixture comes to a boil, turn the heat down to low and simmer for at least five hours, stirring occasionally. (You can simmer for longer, but five hours is the minimum time.)
4.
5.
5.Take the pot off the element and let it cool a bit. Only cool it as much as you'll need to be able to handle it with the gloves on. The hotter it is, the easier it is to squeeze all the butter out of the leaf. (if you can touch the outside of your stock pot, it's cool enough to handle.)

6.
6.Spread cheesecloth over each of the plastic containers, and secure it with the elastic bands.




7.
7.Take the ladle (or a coffee mug) and scoop out some of the green mixture onto the cloth. Keep pouring until you are about six inches from the top of the container.

7.
8. Take the cheesecloth off and squeeze into the container as hard as you can, to get as much of the butter out of the mix as possible. Repeat into all containers until all of your green mixture is out of the stock pot and squeezed into the containers. (Remember to squeeze as hard as you can, because most of the butter will be saturated into the leaves and you want that out of the cheesecloth and into your containers.)

8.
9. Put the lids on your filled containers and place them on a level surface in your freezer. After about five hours, the butter will solidify and some of the water will turn to ice.

10.
10.Take each container over to the sink. Take off the lid, and with one hand supporting the block, turn the container upside-down and release. Some water will come pouring out, and then the ice just needs to be scraped away from the main butter block.

I like to keep a tub of this stuff in the fridge and put two tablespoons on toast each morning. It gives you a great buzz and it's part of a complete breakfast!

You now have a smooth slab of green budder.

I store my budder in empty margarine containers in the fridge. If you've got lots, you can put the budder back in the freezer and take it out as needed. Or you can share it with your friends.
You can use this budder just as you would regular butter in any baking recipe. Simply substitute the butter your recipe calls for with your budder.
I always recommend using the best leaf you can find. The more potent the shake, the more potent the budder.
If you have a larger or smaller quantity of shake to work with, you can simply adjust the recipe accordingly.

Enjoy your baking!
Read »

Pengertian Sistem Sosial Budaya

Sistem
Sistem adalah istilah yang artinya menggabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang menjadi kesatuan atau kebulatan yang kompleks. Sistem merupakan jarintan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, untuk menjalankan fungsi masing-masing untuk menghasilkan atau menyelesaikan sesuatu yang menjadi sasaran bersama.

Sosial Budaya

Sosial menurut Lena Dominelli adalah bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh didalamnya.
Edward B. Tylor berpendapat bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya termuat  kepercayaan, pengetahuan, kesenian, moral, adat istiadat, hukum, dan kemampuan-kemampuan lain yang diperoleh seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Perubahan sosial budaya bisa terjadi apabila satu kebudayaan melakukan kontak atau terjadi hubungan dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan juga pola budaya di dalam sebuah masyarakat.

Sistem Budaya merupakan bentuk abstrak dari kebudayaan.. Sistem budaya merupakan ide dan gagasan manusia yang hidup bermasyarakat.  Ide manusia tersebut tidak terlepas melainkan berkaitan satu dengan lainnya dalam sebuah sistem. Oleh karena itu sistem budaya adalah salah satu bagian dari kebudayaan, yaitu adat istiadat yang didalamnya termasuk sistem norma, nilai budaya, dan semua norma yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Unsur-unsur Sistem Sosial Budaya
Sepuluh unsur sistem sosial menurut Alvin L. Bertrand
1. Perasaan (sentiment)
2. Keyakinan (pengetahuan)
3. Norma Tujuan
4. Tujuan
5. Tingkatan atau pangkat (rank) Status dan peranan
6. Status dan peranan
7. Sanksi
8. Kekuasaan atau pengaruh (power) Sanksi
9. Tekanan ketegangaan (stress strain)
10. Sarana atau fasilitas

Unsur Budaya menurut Bronislaw Malinowski

1. sistem norma sosial - yang memberikan kemungkinan kepada masyarakat untuk bekerjasama dan menyesuaikan diri
2. organisasi ekonomi
3. alat atau Lembaga Pendidikan (Keluarga)
4. organisasi politik

Ciri Sistem Sosial adalah terbuka atau menerima unsur-unsur yang datang dari luar. Hal ini menjadikan terjadinya jalinan antar unsur-unsur dan pertukaran sistem sosial yang berasal dari luar(eksternal).

Proses-proses sistem sosial:
a. Komunikasi
b. Memelihara tapal batas
c. Penjalinan sistem
d. Sosialisasi
d. Pengawasan sosial
e. Pelembagaan
f. Perubahan social

Wujud Kebudayaan
J.J.Hoenigman membagi kebudayaan menjadi tiga wujud:
1. Gagasan
Gagasan,ide, nilai, atau norma merupakan bentuk ideal dari kebudayaan
2. Aktivitas
Bentuk kebudayaan aktivitas adalah sistem sosial berupa tindakan berpola manusia dalam masyarakat.
3. Artefak
Artefak merupakan wujud kebudayaan fisik yang bisa di lihat, diraba, ataupun didokumentasikan hasil karya atau perbuatan manusia.

Fungsi Sistem Sosial Budaya
Fungsi sistem budaya adalah untuk menata dan juga menetapkan tidakan serta tingkah laku masyarakat(manusia). Proses pembelajaran sistem ini dilakukan dengan pembudayaan atau pelembagaan yang bertujuan untuk dapat menyesuaikan diri(pikiran dan sikap) denngan norma adat, dan peraturan yang hidup di lingkungan kebudayaannya. Proses pembelajaran dilakukan mulai dari kecil dari lingkungan keluarga, lingkungan diluar rumah, dan lingkungan selanjutnya. Dimulai dari meniru apapun(sesuatu yang baik) yang ada di lingkungan tersebut kemudian tindakan tersebut akan menimbulkan dorongan untuk dimasukkan kedalam kepribadian sehingga menjadi pola dan norma yang mengatur tindakan yang dibudayakan. Tidak semua orang mampu untuk beradaptasi dengan sistem budaya di lingkungan sosial atau disebut juga deviants.

Negara juga sangat memerhatikan kebudayaan terbukti dalam konstitusi Indonesia UUD 1945 pasal 32 yang berbunyi
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.
Read »

Dasar-Dasar Kimia Analitik

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-NYA, shalawat dan salam kepaada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan, kebodohan, kepada alam kemuliaan dan alam teknologi yang penuh hikmah dan ilmu pengetahuan.
Selanjutnya, penulis menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada dosen pengampu yakni Ibu Intan Lestari, M.Si yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mempresentasikan makalah berjudul “ARGENTOMETRI”. Semoga Allah SWT memberikan pahala kepadanya yang berlipat ganda, amiin.
Akhirnya penulis menyadari sebagai manusia biasa bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya, untuk itu kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa mohon koreksi dan kontribusi untuk kesempurnaan makalah ini dan penulis mengucapkan terima kasih.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
1.5 Batasan Masalah

BAB II. PEMBAHASAN

II. 1 Pengertian Argentometri
II. 2 Titrasi Pengendapan
II.3 Faktor yg mempengaruhi kelarutan
II. 4 Macam-macam Metode
II. 5 Pembentukan Endapan Berwarna
II. 6 Contoh Perhitungan
BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN
II. 1 Pengertian Argentometri
Argentometri merupakan titrasi pengendapan sample yang dianalisis dengan menggunakan ion perak. Biasanya, ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl-, Br-, I-). (Khopkar,1990)
Hasil kali konsentrasi ion-ion yang terkandung suatu larutan jenuh dari garam yang sukar larut pada suhu tertentu adalah konstan. Misalnya suatu garam yang sukar larut AmBn dalam larutan akan terdisosiasi menjadi m kation dan n anion.
AmBn → mA++ nB-
Hasil kali kelarutan = (CA+)M × (CB-)Ntitrasi argentometri adalah titrasi dengan menggunakan perak nitrat sebagai titran dimana akan terbentuk garam perak yang sukar larut. Jika larutan perak nitrat ditambahkan pada larutan kalium sianida maka mula-mula akan terbentuk endapan putih yang pada pengadukan akan larut membentuk larutan kompleks yang stabil .
AgNO3 + 2 KCN → K(Ag(CN)2) +KNO3
Ag+ + 2 nn- → Ag(CN)2
Jika reaksi telah sempurna maka reaksi akan berlangsung lebih lanjut membentuk senyawa kompleks yang tak larut .
Ag+ (Ag(CN)2)- → Ag(Ag(CN)2)
Titik akhir ditandai dengan terbentuknya endapan putih yang permanent. salah satu kesulitan dalam menentukan titik akhir ini terletak pada fakta dimana perak sianida yang diendapkan oleh adanya kelebihan ion perak yang agak lebih awal dari titik ekuivalen, sangat lambat larut kembali dan titrasi ini makan waktu yang lama.
II. 2 Titrasi Pengendapan
• Jumlah metode tidak sebanyak titrasi asam-basa ataupun titrasi reduksi-oksidasi (redoks)
• Kesulitan mencari indikator yang sesuai
• Komposisi endapan seringkali tidak diketahui pasti terutama jika ada efek kopresipitasi
Kelarutan = konsentrasi larutan jenuh zat padat (kristal) di dalam suatu pelarut pada suhu tertentu.(dalam keadaan setimbang).
Larutan jenuh dapat dicapai dengan penambahan zat ke dalam pelarut secara terus menerus hingga zat tidak melarut lagi dengan cara menaikkan lagi konsentrasi ion-ion tertentu hingga terbentuk endapan.
II.3 Faktor yg mempengaruhi kelarutan
1 Suhu
2. Sifat pelarut
3. Ion sejenis
4. Aktivasi ion
5. pH
6. Hidrolisis
7. Hidroksida logam
8. Pembentukan senyawa kompleks
Pada kebanyakan garam anorganik, kelarutan meningkat jika suhu naik. Sebaiknya proses pengendapan, penyaringan dan pencucian endapan dilakukan dalam keadaan larutan panas kecuali untuk endapan yang dalam larutan panas memiliki kelarutan kecil (mis. Hg2Cl2, MgNH4PO4) cukup disaring setelah terlebih dahulu didinginkan di lemari es. Kebanyakan garam anorganik larut dalam air dan tidak arut dalam pelarut organik. Air memiliki momen dipol yang besar dan tertarik oleh kation dan anion membentuk ion hidrat. Sebagaimana ion hidrogen yang membentuk H3O+, energi yang dibebaskan pada saat interaksi ion dengan pelarut akan membantu meningkatkan gaya tarik ion terhadap kerangka padat endapan. Ion-ion dalam kristal tidak memiliki gaya tarik terhadap pelarut organik, sehingga kelarutannya lebih kecil daripada kelarutan dalam air. Pada analisis kimia, perbedaan kelarutan menjadi dasar untuk pemisahan senyawa. Contoh : campuran kering Ca(NO3)2 + Sr(NO3)2 dipisahkan dalam campuran alkohol + eter, hasilnya Ca(NO3)2 larut, sedangkan Sr(NO3)2 tidak larut. Endapan lebih mudah larut dalam air daripada dalam larutan yang mengandung ion sejenis. Mis. pada AgCl, [Ag+][Cl-] tidak lebih besar dari tetapan (Ksp AgCl = 1x10-10)di dalam air murni di mana [Ag+] = [Cl-] = 1x10-5 M; jika ditambahkan AgNO3 hingga [Ag+] = 1x10-4 M, maka [Cl-] turun menjadi 1x10-6 M, kanan sesuai arah : Ag+ + Cl- AgCl Ke dalam endapan terjadi penambahan garam, sedangkan jumlah Cl- dalam larutan menurun.
Teknik penambahan ion sejenis dilakukan oleh analis untuk tujuan :
1) menyempurnakan pengendapan
2) pencucian endapan dengan larutan yang mengandung ion sejenis dengan endapan
Untuk larutan yang mengandung Ag, jika ditambahkan NaCI maka mula-mula terbentuk suspensi yang kemudian terkoagulasi (membeku). Laju terjadinya koagulasi menyatakan mendekamya titik ekivalen. Penambahan NaCI ditersukan sampai titik akhir tercapai. Perubahan ini dilihat dengan tidak terbentuknya endapan AgCI pada cairan supernatan. Akan tetapi sedikit NaCI harus ditambahkan untuk menyempurnakan titik akhir. Penentuan Ag sebagai AgCI dapat dilakukan dengan pengukuran turbidimetri yaitu dengan pembauran sinar (Underwood, 1986).
Jika AgNO3 ditambahkan ke NaCI yang mengandung zat berpendar fluor, titik akhir ditentukan dengan berubahnya warna dari kuning menjadi merah jingga. Jika didiamkan, tampak endapan berwarna, sedangkan larutan tidak berwarna disebabkan adanya adsorpsi indikator pada endapan AgCI. Warna zat yang terbentuk dapat berubah akibat adsorpsi pada penukaan (Khopkar, 1990).
Semua indikator adsorpsi bersifat ionik. Selain indikator adsorpsi tersebut terdapat pula indikator-indikator adsorpsi yang digunakan dalam titrasi pengendapan, yaitu turunan krisodin. Indikator tersebut merupakan indikator asam basa dan indikator reduksi oksidasi dan memberikan perubahan warna yang reversibel dengan brom. Indikator ini berwarna merah pada suasana asam clan kuning pada suasana basa. Indikator ini juga digunakan untuk titrasi ion I- dengan ion Ag+. Kongo merah adalah indikator asam basa lainnya (Khopkar, 1990).
Selain kelemahan, indikator adsorpsi mempunyai beberapa keunggulan. Indikator ini memberikan kesalahan yang kecil pada penentuan titik akhir titrasi. Perubahan warna yang disebabkan adsorpsi indikator biasanya tajam. Adsorpsi pada permukaan berjalan baik jika endapan mempunyai luas permukaan yang besar. Warna adsorpsi tidak begitu jelas jika endapan terkoagulasi. Kita tidak dapat menggunakan indikator tersebut karena koagulasi. Koloid pelindung dapat mengurangi masalah tersebut. Indikator-indikator tersebut bekerja pada batasan daerah-daerah pH tertentu juga pada konsentrasi tertentu saja, yaitu pada keadaan yang sesuai dengan peristiwa adsorpsi dan desorpsi saja (Vogel, 1990).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelarutan
Pengendapan merupakan metode yang paling baik pada anlisis gravimetri. Kita akan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan. Parameter-parameter yang penting adalah temperatur, sifat pelarut, adanya ion-ion pengotor, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks, dan lain-lain (Khopkar, 1990).
Kelarutan bertambah dengan naiknya temperatur. Kadangkala endapan yang baik terbentuk pada larutan panas, tetapi jangan dilakukan penyaringan terhadap larutan panas karena pengendapan dipengaruhi oleh faktor temperatur. Garam-garam anorganik lebih larut dalam air. Berkurangnya kelarutan di dalam pelarut organik dapat digunakan sebagai dasar pemisahan dua zat. Kelarutan endapan dalam air berkurang jika lanitan tersebut mengandung satu dari ion-ion penyusun endapan, sebab pembatasan Ks.p (konstanta hasil kali kelarutan). Baik kation atau anion yang ditambahkan, mengurangi konsentrasi ion penyusun endapan sehingga endapan garam bertambah. Pada analisis kuantitatif, ion sejenis ini digunakan untuk mencuci larutan selama penyaringan (Vogel, 1990).
Beberapa endapan bertambah kelarutannya bila dalam lanitan terdapat garam-garam yang berbeda dengan endapan. Hal ini disebut sebagai efek garam netral atau efek aktivitas. Semakin kecil koefesien aktivitas dari dua buah ion, semakin besar hasil kali konsentrasi molar ion-ion yang dihasilkan. Kelarutan garam dari asam lemah tergantung pada pH larutan. Jika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air, akan menghasilkan perubahan (H). Kation dari spesies garam mengalami hidrolisis sehingga menambah kelarutannya (Vogel, 1990).
Kelarutan garam yang sedikit larut merupakan fungsi konsentrasi zat lain yang membentuk kompleks dengan kation garam tersebut. Beberapa endapan membentuk kompleks yang larut dengan ion pengendap itu sendiri. Mula-mula kelarutan berkurang (disebabkan ion sejenis) sampai melalui minuman. Kemudian bertambah akibat adanya reaksi kompleksasi (Vogel, 1990). Reaksi yang menghasilkan endapan dapat dimanfaatkan untuk analisis secara titrasi jika reaksinya berlangsung cepat, dan kuantitatif serta titik akhir dapat dideteksi. Beberapa reaksi pengendapan berlangsung lambat dan mengalami keadaan lewat jenuh. Tidak seperti gravimetri, titrasi pengendapan tidak dapat menunggu sampai pengendapan berlangsung sempurna. Hal yang penting juga adalah hasil kali kelarutan (KSP) harus cukup kecil sehingga pengendapan bersifat kuantitatif dalam batas kesalahan eksperimen. Reaksi samping tidak boleh terjadi, demikian juga kopresipitasi. Keterbatasan utama pemakaian cara ini disebabkan sedikit sekali indikator yang sesuai. Semua jenis reaksi diklasifikasi berdasarkan tipe indikator yang digunakan untuk melihat titik akhir (Khopkar, 1990).
II. 4 Macam-macam Metode
Ada beberapa metode dalam titrasi argentometri yang dibedakan berdasarkan indikator yang digunakan pada penentuan titik akhir titrasi, antara lain:
a. Metode Mohr
Metode Mohr biasanya digunakan untuk menitrasi ion halida seperti NaCl, dengan AgNO3 sebagai titran dan K2CrO4¬ sebagai indikator. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna suspensi dari kuning menjadi kuning coklat. Perubahan warna tersebut terjadi karena timbulnya Ag2CrO4, saat hamper mencapai titik ekivalen, semua ion Cl- hamper berikatan menjadi AgCl. Larutan standar yang digunakan dalam metode ini, yaitu AgNO3, memiliki normalitas 0,1 N atau 0,05 N. (Alexeyev,V,1969)
Indikator menyebabkan terjadinya reaksi pada titik akhir dengan titran, sehingga terbentuk endapan yang berwarna merah-bata, yang menunjukkan titik akhir karena warnanya berbeda dari warna endapan analat dengan Ag+.
Pada analisa Cl- mula-mula terjadi reaksi:
Ag+(aq) + Cl-(aq) ↔ AgCl(s)↓
Sedang pada titik akhir, titran juga bereaksi menurut reaksi:
2Ag+(aq) + CrO4(aq) ↔ Ag2CrO4(s)↓
Pengaturan pH sangat perlu, agar tidak terlalu rendah ataupun tinggi. Bila terlalu tinggi, dapat terbentuk endapan AgOH yang selanjutnya terurai menjadi Ag2O sehingga titran terlalu banyak terpakai.
2Ag+(aq) + 2OH-(aq) ↔ 2AgOH(s)↓ ↔ Ag2O(s)↓ + H2O(l)
Bila pH terlalu rendah, ion CrO4- sebagian akan berubah menjadi Cr2O72- karena reaksi
2H+(aq) + 2CrO42-(aq) ↔ Cr2O72- +H2O(l)
Yang mengurangi konsentrasi indikator dan menyebabkan tidak timbul endapannya atau sangat terlambat. Selama titrasi Mohr, larutan harus diaduk dengan baik. Bila tidak, maka secara lokal akan terjadi kelebihan titrant yang menyebabkan indikator mengendap sebelum titik ekivalen tercapai, dan dioklusi oleh endapan AgCl yang terbentuk kemudian; akibatnya ialah, bahwa titik akhir menjadi tidak tajam.
b. Metode Volhard
Metode Volhard menggunakan NH4SCN atau KSCN sebagai titrant, dan larutan Fe3+ sebagai indikator. Sampai dengan titik ekivalen harus terjadi reaksi antara titrant dan Ag, membentuk endapan putih.
Ag+(aq) + SCN-(aq) ↔ AgSCN(s)↓ (putih)
Sedikit kelebihan titrant kemudian bereaksi dengan indikator, membentuk ion kompleks yang sangat kuat warnanya (merah)
SCN-(aq) + Fe3+(aq) ↔ FeSCN2+(aq)
Yang larut dan mewarnai larutan yang semula tidak berwarna.
Karena titrantnya SCN- dan reaksinya berlangsung dengan Ag+, maka dengan cara Volhard, titrasi langsung hanya dapat digunakan untuk penentuan Ag+ dan SCN- sedang untuk anion-anion lain harus ditempuh cara titrasi kembali: pada larutan X- ditambahkan Ag+ berlebih yang diketahui pasti jumlah seluruhnya, lalu dititrasi untuk menentukan kelebihan Ag+. Maka titrant selain bereaksi dengan Ag+ tersebut, mungkin bereaksi pula dengan endapan AgX:
Ag+(aq) (berlebih) + X- (aq) ↔ AgX(s) ↓
Ag+(aq) (kelebihan) + SCN- (aq) (titrant) ↔ AgSCN(s) ↓
SCN-(aq) + AgX (s) ↔ X-(aq) + AgSCN(aq) ↓
Bila hal ini terjadi, tentu saja terdapat kelebihan titrant yang bereaksi dan juga titik akhirnya melemah (warna berkurang).
Konsentrasi indikator dalam titrasi Volhard juga tidak boleh sembarang, karena titrant bereaksi dengan titrat maupun dengan indikator, sehingga kedua reaksi itu saling mempengaruhi.
Penerapan terpenting cara Volhard ialah untuk penentuan secara tidak langsung ion-ion halogenida: perak nitrat standar berlebih yang diketahui jumlahnya ditambahkan sebagai contoh, dan kelebihannya ditentukan dengan titrasi kembali dengan tiosianat baku. Keadaan larutan yang harus asam sebagai syarat titrasi Volhard merupakan keuntungan dibandingkan dengan cara-cara lain penentuan ion halogenida karena ion-ion karbonat, oksalat, dan arsenat tidak mengganggu sebab garamnya larut dalam keadaan asam.
c. Metode Fajans
Dalam titrasi Fajans digunakan indikator adsorpsi. Indikator adsorpsi ialah zat yang dapat diserap pada permukaan endapan (diadsorpsi) dan menyebabkan timbulnya warna. Penyerapan ini dapat diatur agar terjadi pada titik ekivalen, antara lain dengan memilih macam indikator yang dipakai dan pH.
Cara kerja indikator adsorpsi ialah sebagai berikut: indikator ini ialah asam lemah atau basa lemah organik yang dapat membentuk endapan dengan ion perak. Misalnya fluoresein yang digunakan dalam titrasi ion klorida. Dalam larutan, fluoresein akan mengion (untuk mudahnya ditulis HFl saja).
HFl(aq) ↔ H+(aq) +Fl-(aq)
Ion Fl- inilah yang diserap oleh endapan AgX dan menyebabkan endapan berwarna merah muda. Karena penyerapan terjadi pada permukaan, dalam titrasi ini diusahakan agar permukaan endapan itu seluas mungkin supaya perubahan warna yang tampak sejelas mungkin, maka endapan harus berukuran koloid. Penyerapan terjadi apabila endapan yang koloid itu bermuatan positif, dengan perkataan lain setelah sedikit kelebihan titrant (ion Ag+).
Pada tahap-tahap pertama dalam titrasi, endapan terdapat dalam lingkungan dimana masih ada kelebihan ion X- dibanding dengan Ag+; maka endapan menyerap ion-ion X- sehingga butiran-butiran koloid menjadi bermuatan negatif. Karena muatan Fl- juga negatif, maka Fl- tidak dapat ditarik atau diserap oleh butiran-butiran koloid tersebut. Makin lanjut titrasi dilakukan, makin kurang kelebihan ion X-; menjelang titik ekivalen, ion X- yang terserap endapan akan lepas kembali karena bereaksi dengan titrant yang ditambah saat itu, sehingga muatan koloid makin berkurang negatif. Pada titik ekivalen tidak ada kelebihan X- maupun Ag+; jadi koloid menjadi netral. Setetes titrant kemudian menyebabkan kelebihan Ag+. Ion-ion Ag+ ini diserap oleh koloid yang menjadi positif dan selanjutnya dapat menarik ion Fl- dan menyebabkan warna endapan berubah mendadak menjadi merah muda. Pada waktu bersamaan sering juga terjadi penggumpalan koloid, maka larutan yang tadinya berwarna keruh juga menjadi jernih atau lebih jernih. Fluoresein sendiri dalam larutan berwarna hijau kuning, sehingga titik akhir dalam titrasi ini diketahui berdasar ketiga macam perubahan diatas, yakni
(i) Endapan yang semula putih menjadi merah muda dan endapan kelihatan menggumpal
(ii) Larutan yang semula keruh menjadi lebih jernih
(iii) Larutan yang semula kuning hijau hampir-hampir tidak berwarna lagi.
Suatu kesulitan dalam menggunakan indikator adsorpsi ialah, bahwa banyak diantara zat warna tersebut membuat endapan perak menjadi peka terhadap cahaya (fotosensifitasi) dan menyebabkan endapan terurai.
Titrasi menggunakan indikator adsorpsi biasanya cepat, akurat dan terpercaya. Sebaliknya penerapannya agak terbatas karena memerlukan endapan berbentuk koloid yang juga harus dengan cepat. (Harjadi,W,1990)
II. 5 Pembentukan Endapan Berwarna
Seperti sistem asam, basa dapat digunakan sebagai suatu indicator untuk titrasi asam-basa. Pembentukan suatu endapan lain dapat digunakan untuk menyatakan lengkapnya suatu titrasi pengendapan. Dalam hal ini terjadi pula pada titrasi Mohr, dari klorida dengan ion perak dalam mana digunakan ion kromat sebagai indikator. Pemunculan yang permanen dan dini dari endapan perak kromat yang kemerahan itu diambil sebagai titik akhir (TE).
Titrasi Mohr terbatas untuk larutan dengan perak dengan pH antara 6,0 – 10,0. Dalam larutan asam konsentrasi ion kromat akan sangat dikurangi karena HCrO4- hanya terionisasi sedikit sekali. Lagi pula dengan hidrogen kromat berada dalam kesetimbangan dengan dikromat terjadi reaksi :
2H+ + 2CrO4- ↔ 2HCrO4 ↔ Cr2O72- + 2H2O
Mengecilnya konsentrasi ion kromat akan menyebabkan perlunya menambah ion perak dengan sangat berlebih untuk mengendapkan ion kromat dan karenanya menimbulkan galat yang besar. Pada umumnya garam dikromat cukup dapat larut. Proses argentometri termasuk dalam titrasi yang menghasilkan endapan dan pembentukan ion kompleks. Proses argentometri menggunakan AgNO3 sebagai larutan standar. Proses ini biasanya digunakan untuk menentukan garam-garam dari halogen dan sianida. Karena kedua jenis garam ini dapat membentuk endapan atau senyawa kompleks dengan ion Ag+ sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
NaCL + Ag+ → AgCl ↓ + Na+
KCN + Ag+ → AgCl ↓ + K+
KCN + AgCN ↓ → K [Ag(CN)2 ]
Karena AgNO3 mempunyai kemurnian yang tinggi maka garam tersebut dapat digunakan sebagai larutan standar primer. Dalam titrasi argentometri terhadap ion CN- tercapai untuk garam kompleks K [Ag(CN)2 ] karena propes tersebut dikemukakan pertama kali oleh Lieberg, cara ini tidak dapat dilakukan dalam suasana amoniatial karena garam kompleks dalam larutan akan larut menjadi ion komplek diamilum. (Harizul, Rivai. 1995)
II. 6 Contoh perhitungan

a. Standarisasi AgNO3 dengan NaCL (indikator K2CrO4)

V ̅ AgNO3 = (27,9 + 27,5 + 27,5)/3 = 27,67 ml

N AgNO3 . V ̅ AgNO3 = N NaCl . V ̅ NaCl

N AgNO3 = (N NaCl. V NaCl)/(V ̅ AgNO3 ) = (0,1. 25)/(27,67) = 0,09 N

b. Standarisasi AgNO3 dengan NaCl indikator adsorbsi

V ̅ AgNO3 = (26,7 + 26,3 + 26,2)/3 = 26,4 ml

N AgNO3 . V ̅ AgNO3 = N NaCl . V ̅ NaCl

N AgNO3 = (N NaCl. V NaCl)/(V ̅ AgNO3 ) = (0,1. 25)/26,4 = 0,095 N

c. Standarisasi NH4CNS dengan AgNO3 0,1 N

V ̅ NH4CNS = (25,2 + 24,8+ 24,8)/3 = 24,93 ml

N NH4CNS . V ̅ NH4CNS = N NaCl . V ̅ NaCl

N NH4CNS = (N NaCl. V NaCl)/(V ̅ NH_4 CNS) = (25. 0,095)/24,93 = 0,095 N

d. Penentuan Klorida dalam Garam Dapur Kasar

V ̅ AgNO3 = (7,1+ 6,9 + 7,0)/3 = 7,0 ml

V NaCL = 10 ml

N AgNO3 = 0,095 N

Berat NaCl = NAgNO3 x Mr NaCl x 3 V ̅ AgNO3
= 0,095 . 58,5 . 7,0
= 38,902 mgram

Kadar NaCL = (38,902 mgram)/(450 mgram) x 100% = 8,64%

e. Penentuan Bromida dengan cara volhard

N AgNO3 = 0,01N
V AgNO3 (V1) = 10 ml
N NH4CNS = 0,095 N
Berat NaCl = N AgNO3 x Mr NaCl x 3 V ̅ AgNO3

Kadar NaCL = (38,902 mgram)/(450 mgram) x 100% = 8,64%

V ̅ NH4CNS = (4,2 + 3,8 + 4,0)/3 = 4,0 ml (V2)

Banyak KBr hasil Standarisasi :
= ((V1 x N AgNO3) – (V2 x N NH4CNS)) x Mr KBr
= ((10 x 0,095) – (4 x 0,0095)) x 199
= 67,83 mgram

BAB III
KESIMPULAN
Titrasi AgNO3 dan NaCl merupakan titrasi dengan Metode Mohr dan Titrasi sampel termasuk dalam Metode Fajans karena sampel mengandung ion I-.
Argentometri adalah titrasi pengendapan dengan larutan standar AgNO3.
Ada 4 metode argentometri yaitu metode Mohr, Volhard, Vajans, Duckel.
Pada titrasi argentometri, zat pemeriksaan yang telah dibubuhi indikator dicampur dengan larutan standar garam perak nitrat (AgNO3).
Dengan mengukur volume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan. (Al.Underwood,1992).
Titik akhir potensiometri didasarkan pada potensial elektrode perak yang dicelupkan kedalam larutan analit.
Titik akhir amperometri melibatkan penentuan arus yang diteruskan antara sepasang mikroelektrode perak dalam larutan analit. Sedangkan titik akhir yang dihasilkan indikator kimia, biasanya terdiri dari perubahan warna/muncul tidaknya kekeruhan dalam larutan yang dititrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Alexeyev, V. 1969. Quantitative Analysis. Moscow: MIR Publishers
A. L. Underwood. 1989. Analisa Kuantitatif Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga
Day RA. Jr dan Al Underwood.1992. Analisis Kimia Kuantitatif: Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
Harizul, Rivai. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta : UI Press
Harjadi W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT Gramedia
Hastuti, Sri, M.Si, dkk. 2007. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Analitik Dasar I. Surakarta : Laboratorium Kimia Dasar FMIPA UNS
Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Ilmu Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia
Skogg. 1965. Analytical Chemistry. Edisi keenam. Florida : Sounders College
Read »

Tempat Wisata Paling Indah Di Indonesia

Indonesia punya keindahan alam yang luar biasa. Dianugerahi lanskap yang seakan tak pernah habis. Dari ujung barat hingga timur, deretan gunung, lembah, laut, danau, hingga taman nasional menunggu untuk dijelajah.

Ini hanyalah secuil daya tarik wisata yang ditawarkan negeri agraris sekaligus bahari ini, dengan eksistensi suku dan budaya sebagai bumbunya. Lanskap yang disuguhkan Bumi Pertiwi seakan tak berujung, mulai dari deretan pegunungan yang megah hingga kekayaan biota bawah laut.

Pada Jumat (6/7/2012), detikTravel menghimpun 5 tempat paling indah yang mewakili keanekaragaman lanskap di Indonesia. Kelima tempat ini setia menunggu Anda untuk mengagumi keindahannya. Dan, Inilah 5 Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia.

    1. Danau Toba, Sumatera Utara

Tempat Wsata Paling Indah Di Indonesia
http://rastayoman.blogspot.com/2014/01/thumbs-up-inilah-5-pemandangan-alam.html
Eksistensi Toba sebagai danau vulkanis telah tersohor di berbagai belahan dunia. 75 Ribu tahun lalu Supervolcano Toba meletus, membentuk sebuah kaldera dan menghujani sebagian bumi dengan debu vulkanis. Seiring zaman, kaldera sepanjang 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer itu berubah menjadi danau.

Danau yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini menjadi danau terbesar di Asia Tenggara. Kini Toba menyuguhkan keindahan tanpa batas lewat danau yang seakan tanpa batas, dikelilingi bebukitan hijau di sekelilingnya. Udara yang sejuk dan kabut di pagi hari membuat tempat ini layaknya lanskap alam di Eropa Utara sana.

Titik favorit menikmati panorama Danau Toba adalah Tongging. Dari sini, dua pemandangan sekaligus terhampar di hadapan mata: Danau Toba dan Air Terjun Sipiso-piso. Pulau Samosir yang seakan mengambang di tengah danau punya budaya dan kerajinan khas masyarakat Batak. Kota Brastagi yang tak jauh dari sini adalah penghasil buah-buahan segar, terutama Markisa. Anda juga bisa berendam air panas di pemandian alami, di lereng Gunung Sinabung dan Sibayak.

    2. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Tempat Wsata Paling Indah Di Indonesia
Taman Nasional Baluran
Mungkin Anda melihat Baluran sebagai Taman Nasional yang tandus dan kering. Namun justru itulah kekayaan alam yang jadi habitat flora dan fauna liar. Sebanyak 40% wilayah Taman Nasional ini terdiri dari sabana. Tak heran, tempat ini disebut Africa van Java. Terletak di Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional yang berada di lereng Gunung Baluran ini punya ratusan flora dan fauna termasuk yang dilindungi dan hampir punah.

Mengunjungi Taman Nasional Baluran berarti memotret sisi liar kehidupan flora dan fauna di Indonesia. Ada sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, serta 155 jenis burung termasuk yang langka seperti Layang-layang Api dan Tuwuk Asia. Dari atas menara pemantau Anda bisa menyaksikan kehidupan alami banteng, kerbau liar, kijang, macan tutul, hingga kancil.

Tak banyak yang tahu, Taman Nasional Baluran juga menyimpan sebuah pantai tersembunyi. Namanya Pantai Bama, sekitar 16 kilometer dari gerbang masuk Taman Nasional. Pasir putih, ombak yang tenang, serta deretan pohon bakau akan memanjakan mata para pengunjungnya. Taman lautnya penuh oleh anemon dan ikan badut yang hilir mudik di antaranya.

    3. Ngarai Sianok dan Lembah Harau, Sumatera Barat

Tempat Wsata Paling Indah Di Indonesia
Ngarai Sianok dan Lembah Harau
Provinsi Sumatera Barat dianugerahi lanskap alam yang memesona, salah satunya adalah lembah. Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota mewakili keindahan lembah khas Indonesia. Hijau dan megah, dikelilingi tebing-tebing setinggi gedung pencakar langit di Jakarta.

Ngarai Sianok bagaikan Grand Canyon di Amerika, dalam versi lebih sejuk dan lebih asri. Sementara itu, Lembah Harau sering didaulat sebagai lembah paling cantik di Indonesia. Areal sawah nan hijau dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi, menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto ataupun memanjat tebing itu.

Kedua lembah ini dikelilingi hutan tropis yang masih asri. Lembah Harau juga punya beberapa air terjun yang dinginnya menggigit kulit. Selain itu ada pula Gua Seribu yang berada di tengah hutan. Namanya mewakili banyaknya cabang jalan yang ada di dalamnya.

    4. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat

Tempat Wsata Paling Indah Di Indonesia
Ngarai Sianok dan Lembah Harau
Beranjak dari legenda empat kerajaan di Papua Barat: Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta, Kepulauan Raja Ampat adalah surga wisata bahari di Indonesia. Kabupaten ini punya 610 pulau dengan perairan jernih memesona, dihuni oleh seperempat biota laut yang ada di dunia. Heterogenitas flora dan fauna bawah air Raja Ampat terkenal di seluruh dunia, membuat kawasan ini jadi surga para penyelam.

Kawasan Nabire di bagian "kepala burung" Papua menjadi habitat hiu paus raksasa. Ada pula Manta Point, tempat para penyelam menari dikelilingi pari raksasa dengan bentangan sayap 9 meter. Bangkai kapal dan pesawat peninggalan Perang Dunia II terdapat di dekat Pulau Wai, menjadi habitat ikan hias dan anemon warna-warni.

Kepulauan Raja Ampat disebut-sebut sebagai salah satu lokasi penyelaman terindah di dunia. Baik itu snorkeling maupun diving di laut dalam, Raja Ampat adalah Raja-nya keindahan bahari di Indonesia.

    5. Gunung Rinjani, Lombok

Tempat Wsata Paling Indah Di Indonesia
Gunung Rinjani, Lombok
Rinjani tersohor sebagai gunung paling indah di Indonesia. Tak heran gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini menjadi favorit para pendaki. Lanskap hijau, Danau Segara Anak, serta kaldera mahabesar adalah cermin kecantikan Gunung Rinjani.

Namun, bicara Rinjani tak melulu identik soal gunung. Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di garis transisi Wallacea dan Australasia, menghasilkan keanekaragaman flora dan fauna. Lutung alias monyet hitam biasa ditemukan saat pagi tiba. Segara Anak, danau yang terletak di ketinggian 2.000 mdpl adalah tempat berlangsungnya Mulang Pekelem, sebuah upacara adat yang dilaksanakan oleh umat Hindu setempat.

Perjalanan menyusuri heterogenitas flora-fauna, melihat upacara adat, dan mendaki Gunung Rinjani sampai puncak, akan terbayar dengan sebuah hadiah. Dari puncaknya di ketinggian 3.726 mdpl, tampak jelas di hadapan Anda: puncak Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen di Banyuwangi, serta Gu
Read »

Copyright © Kreasi Anak Reggae

Designed by